Kerusuhan Besar Melanda Sumbawa
Sumbawa Besar, Kahaba.- Bertepatan dengan hari ulang tahun Kabupaten Sumbawa ke-54 yang jatuh pada hari Selasa 22 Januari 2013, kerusuhan besar melanda Kota Sumbawa Besar dan sekitarnya. Aksi massa ini dipicu adanya dugaan insiden pemerkosaan dan pembunuhan yang telah menimpa salah seorang mahasiswa setempat.

Hotel tambora yang terbakar hebat pasca kerusuhan yang melanda Sumbawa
Berdasarkan rilis kronologis yang dikirimkan oleh Ketua LMND Sumbawa Khaeruddin, sebelum kerusuhan besar ini terjadi, Selasa (22/01) sekitar Pukul 08.30 Wita terjadi aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa yang membawa bendera organisasi LMND, HMI, PMII, OPM, LDM, dan BEM UNSA yang kemudian tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Menggugat.
Dalam aksi di Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Sumbawa dan Pemkab Sumbawa itu, 300 orang massa mahasiswa menuntut pencopotan Kapolres Sumbawa, serta memecat dan menangkap seorang oknum polisi yang diduga menjadi pelaku pembunuhan mahasiswa UNSA yang bernama Arniyati.
Selanjutnya keluarga korban dan massa dari Brang Rea yang berjumlah sekitar 100 orang lebih diketahui bergerak ke Pure Suka Duka pada pukul 11.00 wita. Tiga jam kemudian diketahui terjadi pembakaran Pure Suka Duka. Setelah melakukan pembakaran, massa lalu pulang ke Brang Rea.
Pada pukul 14.45 Wita, kembali massa dari sejumlah wilayah di Kota Sumbawa bergerak ke Jalan Tambora sambil membakar ban dan barang-barang lainnya.
Sumbawanews.com melansir, massa yang jumlahnya ribuan itu telah melakukan perusakan dan pembakaran sporadis terhadap sejumlah rumah dan kendaraan. Kios dan toko juga tak luput dari jarahan massa, termasuk Hotel Tambora dan toko Dinasti yang terletak berdampingan.
Situs berita lokal itu juga melaporkan, hingga pukul 22.15 wita gerakan massa mulai bergerak ke arah pasar Seketeng, Massa mulai menjarah dan membakar pasar tersebut. Sementara api yang membakar Toko Dinasti dan Hotel Tambora hingga malam ini tidak bisa dipadamkan dan api mulai merembet ke kantor asuransi Bumi Putera.
Selain itu, dapat dilaporkan juga Supermarket PS Mart yang berlokasi di terminal lama Sumbawa, terlihat tinggal kerangka. Hanya dalam hitungan menit, supermarket yang baru beroperasi ini hangus dibakar ribuan massa.
Sementara itu Polda NTB memastikan akan mengusut tuntas kasus kecelakaan yang menyebabkan Novianti meninggal dunia. Untuk itu Polda NTB akan melakukan investigasi untuk menerapkan tindak pidana kepada oknum polisi sekaligus korban kecelakaan.
“Meskipun ini kecelakaan lalu lintas saya tetap akan lakukan investigasi untuk menerapkan tindak pidana kepada yang bersangkutan. Karena paling tidak pasal 359 sudah bisa dikenakan. Kelalaian yang mengakibatkan kematian,” kata Brigjen M.Iriawan, dalam konfrensi pers di Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (22/01).
Ia menambahkan, agar masyarakat Sumbawa tidak terpancing dan terprovokasi oleh isu-isu ataupun SMS beredar di Sumbawa. “Tolong sayangi Sumbawa. NTB ini sudah aman. Cukup sudah ada supermarket dibakar, mobil dan motor dibakar. Saya minta jangan ada lagi korban lain baik harta-benda apalagi jiwa,” katanya. [BQ]
Adi Kusuma
Terkutuklah kau pelaku kerusuhan di Sumbawa !!
Rose Hassan Jawes
benar,,kalau masalah perbedaan agama alloh yg menghukum bukan kerusukan kasihan yg punya penyakit jantung meliha kejadian di sumbawa
Anonymous
hai andi kusuma terkutuk, orang terkutuk mengutuk… kamu kira kamu tau apa tentang sumbawa…
Agung Wiraguna
Me belajarlah saling mengasihi orang lain…..nggk ada Tuhan yg menyuruh menghancurkan tempat ibadah agama lain, kecuali Tuhan yg bersangkutan cemburu karna Tuhan agama lainnya lebih makmur….
Adi Kusuma
Hai Anonymous, bukan Andi ya, tapi Adi.. Coba Anda baca dengan seksama maksud kalimat di atas “Terkutuklah kau pelaku kerusuhan di Sumbawa !!”. Kalau Anda bukan pelaku kerusuhan, ya namanya bukan terkutuklah. Mohon lebih teliti lagi & lebih bijak sebelum komentar…
Salam
alan
Amarah membutakan logika
Dibiia Atmaja
knpA msti pura hindu d bkar
nni ndak pnya otak!!
Dibiia Atmaja
knpa msti pura hindu d bkar
nani ndak pnya otak !!
hanfir Abdullah
Adanya kerusuhan sumbawa krna lambanya penanganan kasus oleh penegak hukum!! Toh uda jadi hal seperti ini,yg mau di salahkan siapa?
agung
Kenapa selalu minoritas jd sasaran??? Adakah ini kecemburuan berbalut agama?????????????
Satyam Eva Jayate………………….
Made
Kenapa pura yang dibakar, dasar idiot, gak mikir apa? Orang bali juga bisa bakar tempat ibadah mereka disini. Apa mau begitu?
Wayan Adriyana
damai….damai…..saudara2ku…………
Zaki Alrafi
emang orang2 itu ngk punya otak sama sekali, kenap meski pure di bakar
ap orang itu ngk punya agama.
Mitha Pratiwi
demo boleh2 aj tpi jgn smpe main bakar2an sgala atw menjarah, prangai kyk org barbar..
Adi Kusuma
Bupati Sumbawa mohon diurus dengan segera pemulangan keluarga kami yang di Sumbawa, NTB ke Bali. Sejak kemarin di sana rumah-rumah saudara-saudara kami dibakar, barang-barang kami dijarah, Pura kami dirusak. Mengingat ini kejadian kedua setelah 17 November 1980 silam. Yang saat ini masih terkungkung dalam ketakutan di Kodim & Kompi setempat.
Rizky Rininda
tolonglahh, membela kematian1 orang tapi dampaknya begitu luas, toh juga kerusuhan itu tidak akan mengembalikan nyawa maupun duka dari dia yang sudah meninggal.
nurafajri saputra
sy selaku pemuda sumbawa yang sekaligus sebagai kader PMII cabang Sumbawa, dalam hal ini atas nama warga sumbawa menyampaikan permohonan maaf atas kerusuhan yang terjadi pada tanggal 22 januari 2013. Dan menyayangkan sekaligus mengecam tertadinya kerusuhan yang berbuntut pada aksi penjarahan, pembakaran rumah warga dan pengrusakan tempat ibadah.
terkait rilis kronologis yang dikirimkan oleh Ketua LMND Sumbawa Khaeruddin, sebelum kerusuhan besar ini terjadi, Selasa (22/01) sekitar Pukul 08.30 Wita terjadi aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa yang membawa bendera organisasi LMND, HMI, PMII, OPM, LDM, dan BEM UNSA yang kemudian tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Menggugat.
Bahwa dalam aksi mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Menggugat, PMII cabang sumbawa tidak terlibat dalam aksi mahasiswa tersebut!!
Mam Peace
aksi unjuk rasa yang terjadi pada tanggal 22 januari itu murni aksi dari mahasiswa menggugat, tanpa membawa bendera organisasi manapun…
cabang sumbawa
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Wr. Wb
Teriring salam dan doa semoga Allah SWT selalu melindungi kita semua. Amiin.
Berhubungan dengan “rilis kronologis yang dikirimkan oleh Ketua LMND Sumbawa Khaeruddin, sebelum kerusuhan besar ini terjadi, Selasa (22/01) sekitar Pukul 08.30 Wita terjadi aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa yang membawa bendera organisasi LMND, HMI, PMII, OPM, LDM, dan BEM UNSA yang kemudian tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Menggugat”. Maka kami dari unsur pimpinan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumbawa menyatakan sikap bahwa kami tidak terlibat dalam aksi mahasiswa tersebut, karena kami tidak pernah merasa adanya rapat presidium cabang dalam memutuskan tentang keikutsertaan HMI dalam kegiatan aksi Gerakan Mahasiswa Menggugat apalagi mengirim utusan dalam setiap rapat pemantapan aksi, karna semua itu jelas-jelas tertuang dalam AD/ART HMI, bahwa setiap lahirnya keputusan harus melalui rapat harian ataupun rapat presidium Cabang.
Billahitaufik Walhidayah.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
cabang sumbawa
Kami Keluarga Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumbawa juga mengatasnamakan pemuda Sumbawa Sangat menyesalkan kejadian tersebut
pande
yang sudah terjadi biarlah berlalu dan itu kita jadikan pembelajaran agar lebih manusiawi dalam menyelesaikan masalah…saya pribadi sebagai umat HINDU memaafkan para pelaku perusakan PURA dan rumah di sumbawa…walaupun siapa yang benar dan salah dalam kasus ini saya minta maaf kepada keluarga korban dan untuk oknum yang bersangkutan harap bertanggung jawab sepenuhnya…kepada umat sedarma saya harap jangan melakukan hal-hal yang merugikan diri dan orang lain…biar hukum yang selseikan kasus ini…
Karma pala tetap berjalan dan tidak pernah tidur…!!!!!!!!!!
Tarunagamang
Saran sya
klo mau masalah ini selesai
kembalikan pelaku tersebut
Michelinka Trisha Abigail
adi kusuma, saya ikut prihatin. kenapa ada kebencian yg mengarah ke sara????